Report Abuse

Growing Umma

PENGARUH ADANYA INNER CHILD PADA PERKEMBANGAN BAKAT ANAK

Post a Comment
Pernah suatu ketika tiba-tiba teringat indahnya masa kecil? atau malah teringat kenangan buruk masa kecil? Kali ini saya mau menggali suatu topik mengenai masa kecil nih ummahat. Pengaruh adanya inner child pada perkembangan bakat anak. Yuk simak sama-sama.  

pengaruh inner child orang tua pada perkembangan bakat anak

Apa Itu Inner child?


Menurut Carl Jung, inner child digambarkan dengan pengalaman masa lalu dan kenangan akan kepolosan, keceriaan dan kreativitas bersama dengan harapan untuk masa depan. Dilansir dari Hellosehat.com, inner child digambarkan sebagai bagian dari diri kita yang tidak ikut tumbuh dewasa dan tetap menjadi anak-anak. Bagian ini menggenggam erat setiap ingatan dan emosi yang pernah dialami saat masih kecil, baik yang indah maupun yang buruk. Secara singkat, inner child adalah inti dari kepribadian yang terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang didapatkan oleh diri kita selama masa kanak-kanak yang terbawa hingga dewasa.

Inner child terbagi menjadi 2 bagian, yaitu healthy inner child dan wounded inner child. Healthy inner child adalah kenangan-kenangan baik yang ada dimasa kecil dan dapat menjadi kekuatan pada kehidupan dewasa. Pengalaman dan hak-hak mas akecil yang terpenuhi dapat membuat seseorang memiliki pribadi yang optimis, energik, kreatif, semangat, dan lain-lain dimasa dewasa nanti.
Untuk wounded inner child atau juga biasa disebut dengan luka batin adalah pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan seperti pengabaian fisik, emosi, psikologi yang juga akan terbawa hingga dewasa nanti. Wounded inner child ini akan menyebabkan banyak disfungsional pada kepribadian seseorang seperti temperamental, takut akan membuat keputusan, dan lain sebagainya.

Apa itu Bakat?

Menurut Donald O Clifton, bakat adalah pola pikir, perasaan dan tindakan yang alami, muncul berulang-ulang dan dapat digunakan untuk sesuatu yang produktif. Sebenarnya ada banyak pengertian bakat menurut para ahli. Seperti menurut William B. Michael, bakat adalah kapasitas yang ada pada diri seseorang yang mana dalam melakukan tugas serta melakukannya dipengaruhi oleh latihan yang sudah dijalaninya, atau menurut Crow and Crow (1989), bakat merupakan sebuah kualitas yang dimiliki oleh setiap orang yang mana dalam tingkatan yang sangat beragam satu sama lainnya. (Baca juga: 10 pengertian bakat menurut para ahli).

bakatBakat memiliki beberapa karakteristik diantaranya muncul secara spontan karena merupakan bawaan alami, menggambarkan kebutuhan psikologis seseorang, menunjkkan potensi diri, serta permanen dan tak dapat diubah. Bakat seseorang dapat diketahui dari beberapa hal seperti yearning (senantiasa muncul), rapid learning (mudah dan cepat belajar), satisfaction (muncul kepuasan), timelessness (lupa waktu), dan glimpless of excellence (langsung mahir sejak awal). Perkembangan bakat seseorang juga dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti konposisi bakat, dukungan dari lingkungan, berbagai pengalaman, proses belajar dan juga adanya model atau mentor.


Pengaruh Inner Child pada Bakat Seseorang

Pola pengasuhan orang tua merupakan suatu hal yang diturunkan dari generasi ke generasi. Intinya, bagaimana cara kita diasuh dulu begitulah cara kita mengasuh anak-anak kita nanti. Umumnya, pola pengasuhan orang dulu lebih ke pengasuhan otoriter dan menginginkan anak-anak mereka lebih unggul di bidang akademik. Hal ini tanpa sadar membebani dan membatasi pemikiran anak mereka. Orang tua saat itu mengarahkan anak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Mereka menganggap orang tua lebih tahu apa yang terbaik bagi anak-anaknya.

Salah satu hal negatif dari pola asuh otoriter yang turun temurun adalah adanya berbagai perundungan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya sendiri. Perundungan dalam keluarga ini umumnya terjadi secara verbal atau bahkan fisik. Perundungan ini sudah dianggap biasa atau bercanda dalam kehidupan keluarga. Ada banyak penyebab terjadinya perundungan dalam keluarga oleh orang tua. 

Misalnya anak yang tidak mendapat peringkat maka orang tua merasa malu dan menganggap anaknya bodoh. Hal tersebut salah satu contoh yang dapat menyebabkan munculnya inner child pada anak. Orang tua yang selalu menganggap anaknya kurang menyebabkan sang anak tersebut akan terus berusaha untuk membuat orang tuanya bangga. Walaupun hal tersebut bertentangan dengan hati nurani anak. 

Pola pengasuhan tersebut membuat bakat alami anak akan tertutup. Tidak adanya dukungan dari lingkungan terdekat dan tidak adanya mentor serta dianggap tidak berguna oleh orang tua. Bakat alami anak menjadi pudar bahkan hilang karena dianggap tidak penting.

Pola asuh orang tua yang salah dapat menyebabkan anak memiliki inner child. Khususnya wounded inner child. Sejalan dengan hal tersebut bakat alami yang ia miliki menjadi terpendam dan hilang secara perlahan. Bagaimana pola pengasuhan kita pada anak-anak, ummahat? 

Semoga kita sebagai orang tua selalu dimudahkan untuk menuntut ilmu ya. Menuntut ilmu untuk mengasuh anak-anak kita sesuai fitrah mereka masing-masing. Kita sebagai orang tua juga dimudahkan dan diikhlaskan untuk melepas inner child sehingga bisa membersamai anak-anak untuk mengembangkan bakat alamiahnya. 

Related Posts

Post a Comment