Report Abuse

Growing Umma

Pendidikan Tinggi Kok Hanya Jadi Ibu Rumah Tangga?

14 comments
Umma, pasti sering mendengar ‘pendidikan tinggi kok hanya jadi ibu rumah tangga?’ Apa umma mengalaminya? Bagaimana perasaan umma mendengar pertanyaan ini? Bahkan apabila hal tersebut diucapkan oleh orang di lingkungan terdekat? Sedih, kecewa, marah? Ups tahan dulu yuk sama-sama belajar.

Feminisme Vs Emansipasi

Pernah dengar istilah ini um? Menurut Wikipedia, feminisme adalah serangkaian gerakan sosial, gerakan politik, dan ideologi yang memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mendefinisikan, membangun, dan mencapai kesetaraan gender di lingkup politik, ekonomi, pribadi, dan sosial. Gerakan ini mirip dengan emansipasi wanita indonesia yang digaungkan oleh Kartini. Menurut Wikipedia, emansipasi adalah pembebasan dari perbudakan yang berkaitan dengan persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kartini memperjuangkan kesetaraan kaum hawa, serta memperjuangkan bidang sosial, hukum, serta khususnya pendidikan. Dalam pelaksanaannya kedua konsep keduanya jelas berbeda dan menuai kontroversi masing-masing jika ditilik secara Islam.

Kodrat perempuan

Kodrat Perempuan

Ada perbedaaan mendasar kondrat perempuan dan laki-laki yang membedakan keduanya. Kondrat ini tidak dialami dan dapat dilakukan oleh laki-laki. Kodrat itu adalah mengalami mentruasi, hamil dan menyusui. Jelas ketiga hal tersebut tidak dialami dan tidak dimiliki laki-laki bahkan tidak dapat dilakukan.

Islam dan Perempuan

Ketika sebelum islam datang, situasi dan kondisi kehidupan perempuan di dunia sangatlah menyedihkan. Tidak heran maka muncullah paham yang menentang kedzaliman tersebut misalnya feminisme maupun emansipasi. Islam sangat memuliakan wanita dengan aturan-aturan baik. Namun aturan tersebut seakan-akan mengekang apabila kita tidak mampu menelaah sepenuhnya.

Sejarah memberikan kita pengetahuan bahwa apa yang kita peroleh setelah islam itu datang, jauh lebih baik daripada masa sebelum islam. Meskipun lagi-lagi di jaman akhir ini, kita perempuan sering merasa rendah diri terhadapnya aturanNya tersebut. Apalagi, apabila laki-laki di lingkungan para perempuan saat ini, belum bisa mentaddaburi Al quran dan mengamalkannya. Lebih parahnya, para laki-laki tersebut tidak bisa membaca Al quran sehingga wajar sekali apabila para perempuan merasa kembali ke jaman jahiliyah.

Kedudukan Perempuan Dalam Islam

"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun." QS (4:124)

Melalui ayat tersebut jelas kedudukan perempuan dalam Islam sama tingginya dengan kaum laki-laki dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. MasyaAllah betapa islam memuliakan perempuan karena saat lahir, ia menjadi jalan surga bagi kedua orang tuanya. Saat menikah, ia menyempurnakan separuh agama suaminya. Saat menjadi ibu, surga berada di telapak kakinya.

"Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi,' Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Kemudian ayahmu.” (HR. Al Bukhari).

Pendidikan tinggi kok jadi ibu rumah tangga

Pendidikan Tinggi Kok Hanya Jadi Ibu Rumah Tangga

Setinggi apapun pendidikan seorang perempuan, maka fitrahnya tetap sebagai ummun warobattul bait. Apa itu umm? seorang ibu untuk anak-anaknya (ummu) dan pengurus rumah tangga (rabbatuil bait). Salah besar jika dikatakan bahwa ibu rumah tangga tidak bekerja. Fitrah perempuan sebagai ahlul bait (orang rumah) sehingga sebaik-baiknya bekerja yaitu bekerja dari rumah.

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” QS (33:33)

Kita sebagai perempuan memang Allah Subhana Wa Ta’ala perintahkan di rumah. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga menambahkan bahwa kita bertugas mengurus rumah tangga. Sudah benar kok umm kita berkerja dan berkarya dari rumah. Tapi…

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: “Seorang wanita adalah pengurus rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepengurusannya.” (HR Muslim)

Bagaimana umma masih bersedih? Kecewa? Marah? Kesal? mendengar ‘pendidikan tinggi kok hanya jadi ibu rumah tangga?’ Ya saya paham, pertanyaan selanjutnya lalu apa perempuan tidak boleh berpendidikan tinggi?

Perempuan dan Pendidikan

"....,niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." QS (58:11)

Jelas wajib hukumnya setiap manusia menuntut ilmu, termasuk kita kaum perempuan. Ilmu dan pengetahuan yang perempuan peroleh selama pendidikan merupakan bekal untuk menjadi madrasah ula (sekolah pertama). Seorang perempuan sebagai ibu bertugas membimbing anak-anaknya tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya. Perempuan sebagai ibu wajib mengembalikan amanah Allah Subhana Wa Ta’ala tersebut dalam keadaan versi terbaiknya.

“Entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu cerdas akan menghasilkan anak-anak cerdas – Dian Sastrowardoyo

Apalagi anak-anak kita adalah generasi alpha akhir jaman. Rasanya hati kita tak henti bersedih, mendengar berita mengenai anak-anak yang mengalami banyak hal buruk diluar sana. Semangatlah ummahat!

Bangga menjadi ibu rumah tangga

MasyaAllah, begitu banyak pesan Allah yang meneguhkan hati kita yang mungkin sempat gundah gulana ketika kita mendengar ‘pendidikan tinggi kok hanya jadi ibu rumah tangga?’. Setelah ini kita sebagai muslimah wajib menjawab “Ya, saya ibu rumah tangga dan saya bangga.” Insyallah melalui tangan kita perempuan dengan pendidikan tinggi kok hanya jadi ibu rumah tangga, akan lahir para panglima Allah Subhana Wa Ta’ala akhir jaman. Aamiin Ya Rabb
Prima Santi
Seorang ibu rumah tangga pembelajar.

Related Posts

14 comments

  1. Tiada yang perlu dicemaskan menjadi seorang ibu sungguh mulia, semulia pengaturannya dalam berkeluarga dan mengasuh anak

    ReplyDelete
  2. Madarasah bagi seorang anak bermula dari rumah, jadi sangat diperlukan seorang ibu yang berpendidikan tinggi untuk mendampingi anak-anak, apalagi generasi anak2 saat ini. Harus bangga menjadi ibu rumah tangga. Setuju banget.

    ReplyDelete
  3. saya lihat ibu rumah tangga yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi beda banget dengan yang tidak

    ibu rumah tangga berpendidikan tinggi sangat peduli akan parenting, sehingga fokus selama golden age, nutrisi anak, pendampingan pendidikan dll

    ReplyDelete
  4. Menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah pekerjaan yang mulia. Saya sendiri seorang bapak dan sudah merasakan bagaimana seorang istri harus mengerjakan semuanya pekerjaan rumah itu, mulai dari mencuci piring dan mengurus kebutuhan anak-anak dan ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan secara bersamaan.

    ReplyDelete
  5. Aku jadi teringat sebuah kalimat
    Tak ada yg salah dengan Ibu rumah tangga berpendidikan tinggi karena Ibu adalah madrasah pertama bagi anak2nya.
    Dengan pemahaman dan pengasuhan yang baik Insya Allah bisa membentuk pribadi anak yang berbudi luhur

    ReplyDelete
  6. hehe i feel u mbak
    aku juga sering ditanyai seperti itu
    awalnya sih sempat down juga sama omongan orang, tetapi sekarang jad percaya diri dengan pilihan menjadi ibu rumah tangga

    ReplyDelete
  7. hehe i feel u mbak
    aku juga sering ditanyai seperti itu
    awalnya sih sempat down juga sama omongan orang, tetapi sekarang jad percaya diri dengan pilihan menjadi ibu rumah tangga

    REPLY

    ReplyDelete
  8. Kalo ibu rumah tangga pendidikannya tinggi biasanya sejalan dengan baiknya didikan di rumah sec ilmu. Palagi ditambah ilmu agama wah klop deh madrasah anak2... Insyaallaah bernilai pahala ya, mbk...

    ReplyDelete
  9. Aamiin Ya Rabb.

    Ibu adalah sekolah pertama tempat seorang anak belajar, sosok dimana anak pertama kali belajar dan mengenal dunia.

    Saya setuju mendukung wanita untuk berpendidikan tinggi, tetapi yang lebih penting adalah ia juga cerdas dan bijak supaya mampu mendidik, membesarkan, dan memberikan teladan yang benar bagi anak-anaknya. Karena ada beberapa orang berpendidikan tinggi yang aku kenal, tidak menjadi cerdas dan bijak terhadap keluarganya. Idealnya berpendidikan tinggi dan sekaligus baik, memiliki cara berpikir dan kemampuan dalam melihat segala hal dari sudut pandang yang berbeda, sehingga ketika berada di rumah saja pun, ia bisa diandalkan oleh suaminya.

    ReplyDelete
  10. jangan salah, jadi ibu rumah tangga justru harus berpendidikan tinggi biar ngerti gimana cara mendidik anak jadi lebih bermoral dan berilmu. karena kalo pendidikannya rendah apa yang mau diajarin ke anak? kalo ada anak pinter, cerdas, sopan, pasti ibunya keren dan pendidikannya bagus. pendidikan bukan cuma S1 S2 ya tapi pemahaman ibu tentang agama dan moral juga penting. terimakasih sharing nya kak

    ReplyDelete
  11. Jadi ibu rumah tangga justru harus smart karena kita akan mendidik anak-anak kita sembari mereka juga belajar di sekolah

    ReplyDelete
  12. Mba tema blognya manis bangeeeett. Saya miris dengan anggapan orang yang bilang bahwa buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau hanya jadi ibu rumah tangga, rasanya pengen ngomong " Heyyy dengan sekolah tinggi justru bisa mendidik anak-anak jadi penerus bangsa yang unggul lho!" Dan emang beda banget ibu yang cerdas ngga akan sempat ghibah serta banding-bandingin anaknya dengan yang lain ya karena mereka fokus anaknya aja biar lebih baik.

    ReplyDelete
  13. Apa yang diajarkan oleh Rasulullah insya Allah akan membawa berkah kita hidup di dunia dan akhirat. Rasul adalah tauladan, bahkan dalam urusan kewanitaan saja di bahas dan dicontohkan oleh Rasul bagaimana cara menjaga dan menyayanginya. Indah sekali ya ajaran islam :)

    ReplyDelete
  14. Wehehe... ibu rumah tangga yg produktif donk... akan selalu ada value lebih buat perempuan yang punya banyak ilmu dan pendidikan tinggi saat menguasai rumah termasuk mendidik anak2nya. Um lagi Cari cuan dari rumah. Pasti berkualitas hasilnya kalo ibu rumah tangga berpendidikan tinggi

    ReplyDelete

Post a Comment