Pada bulan ini, qadarAllah sanak saudara dan handai tolan silih bergantian mengabarkan berit amengenai kondisi sedang tidak sehat alias sakit. Cuaca yang berubah-ubah pada bulan ini merupakan salah satu penyebab menurunnya imunitas tubuh. Lalu hikmah dari sakit, apa yang perlu kita pahami. Ummamin akan mencoba mengupasnya, baca secara lengkap ya ummahat.
Menjaga Kesehatan
Um, kita tahu bahwa waktu luang dan badan yang sehat merupakan kenikmatan tiada tara ya ummahat. Kombinasi dari dua kondisi tersebut seringkali baru kita sadari ketika didera sakit. Saat kita memiliki waktu luang dan badan yang sehat seringkali kita lalai dan lupa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan-Nya.
نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ
“Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari: 6412, at-Tirmidzi: 2304, Ibnu Majah: 4170)
Bentuk syukur kita atas waktu luang dan badan yang sehat yaitu melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Seperti halnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang jarang sakit mampu beribadah dan berdakwah secara maksimal. Beliau dapat menjalani kehidupan jasmani dan rohani secara seimbang.
Lalu bagaimana cara kita menjaga kesehatan, kita bisa meneladani sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yaitu memakan makanan halal dan thayyib. Lalu menerapkan adab makan misalnya mengatur pola makan dan tidak makan berlebihan. Lebih lengkap cek disini.
Hikmah dari Sakit
Setiap cerita dari hidup kita merupakan takdir yang sudah tertulis bahkan jauh dari penciptaan kita. Hal pertama yang wajib kita lakukan adalah menerima bahwa penyakit ini merupakan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Dengan menerima maka kita akan dimudahkan untuk mencari jalan menuju kesembuhan.
Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: "Seandainya aku lakukan demikian dan demikian." Akan tetapi hendaklah kau katakan: "Ini sudah jadi takdir Allah (Qodarullah wa maa-syaa-a fa'ala). Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi." Karena perkataan seandainya dapat membuka pintu syaitan." (HR Muslim).
Ujian Kesabaran
Setiap hamba pasti pernah merasakan sakit, baik penyakit yang ringan maupun berat. Setiap penyakit yang diberikan merupakan salah satu ujian dari Allah. Ketika sedang didera penyakit, hal yang pertama dilakukan ialah bersabar.
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruh urusannya itu baik. Hal ini tidaklah didapati kecuali pada diri seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Hal itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)
Bentuk Sayang Allah
Sakit menjadi salah satu ujian yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ujian ini akan menguji seberapa besar keimanan kita. Keimanan dapat tercermin dari perilaku kita dalam menghadapi dan menyikapi datangnya penyakit.
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
Penghapus Dosa
Ujian sakit akan menyadarkan kita yang sempat lalai dan jauh dariNya, Kita akan merasakan kelemahah, teringat akan dosa-dosa, dan ketidakmampuan kita di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. kita akan menyesal, pasrah lalu memohon ampunan dan berdoa kepadaNya.
“Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari 5660 dan Muslim: 2571).
Nilai Pahala yang Sama
Waktu sempit dan sakit membuat kita lebih dekat denganNya. Islam memberikan kemudahan sehingga kita tetap dapat beribadah meskipun dalam keadaan sakit. Pahala tetap kita peroleh meskipun kita dalam keadaan sakit.
إذَا مَرِضَ العَبْدُ، أوْ سَافَرَ، كُتِبَ له مِثْلُ ما كانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
“Apabila seorang hamba sakit atau sedang safar, maka Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia lakukan ibadah di masa sehat dan bermukim.” (HR. Bukhari no. 2996)
Masyallah ternyata hikmah dari sakit sungguh luar biasa ya ummahat. Semoga kita juga dapat mengambil hikmah saat mendengar sanak saudara maupun handai tolan yang sedang sakit. Semoga kita selalu dijauhkan dari segala mara bahaya, sakit dan penyakit.
Muhasabah Diri
Namun apabila Allah berkendak memberi sakit dan penyakit tidak lupa kita harus melakukan muhasabah diri. Muhasabah adalah melakukan peninjauan atau koreksi terhadap (perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan diri sendiri.
Muhasabah merupakan salah satu cara untuk memperbaiki, melatih, menyucikan, dan membersihkan hati kita.
Muhasabah dapat mendorong kita untuk mengevaluasi perjalanan hidup kita. Apakah jalan yang kita pilih sudah sesuai atau melenceng, kapan berhenti sejenak, kapan berjalan lambat dan kapan kita berlari. Sakit membuat kita memiliki waktu berkualitas bercengkerama dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Memahami keinginanNya dengan waktu yang lebih luang dibanding ketika sehat dan sibuk dengan aktivitas duniawi.
Demikian ulasan ummamin mengenai hikmah dari sakit ummahat. Semoga kita senantiasa dapat mengenali, menerima dan memahami tanda atau petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sampai berjumpa di artikel selanjutnya.
jadi ingat kisah 2 teman yang sama-sama menderita kanker stadium akhir
ReplyDeleteyang pertama bolak balik mengeluh, "Ya Allah, apa dosa saya"
yang kedua merasa bersyukur, rasa sakitnya semoga menjadi penghapus dosa-dosanya
Sakit sebagai salah satunpengingat saat insan manusia sehat, menumbuhkan rasa syukur, banyak hal karunia telah diberikan Allah subhanahu wataala
ReplyDeleteSetuju banget bunda hikmah dari sakit bahwa Allah sayang ke kita. Sayapun memandang demikian ketika saya sakit meyadarkan saya untuk lebih dekat sama Allah dalam bentuk berdoa
ReplyDeleteSelalu ada hikmah yang dapt dipetik dari setiap kejadian, termasuk sakit ya Um. Sebuh bentuk Allah mengajak kita berkomunikasi, agar bisa muhasabah dan lebih dekat dengan Sang Maha Segalanya.
ReplyDeletemasha allah umma, sakit ini sekaligus sebagai teguran ya. Bahwa allah masih peduli dengan hambanya. dan pasti ada himah yang bisa dipetik, agar kita sebagai manusia tak menyombongkan diri.
ReplyDeleteBener banget ya Mbak. Nikmat yang sering kita lupakan itu adalah kesehatan dan waktu luang. Tahun lalu, saat saya harus 4 kali opname dan terisolasi karena Covid, renungan ini benar-benar merasuk ke dalam diri saya. MashaAllah sungguh sudah diingatkan bahwa usia bisa saja berakhir tanpa kita duga.
ReplyDeleteBener banget mbak, nikmat sehat itu selalu kita lupakan padahal jika sakit luar biasa perjuangan buat sehat kembalinya
ReplyDeleteSakit pun, jika direnungi ternyata ada hikmahnya juga ya mbak. Memang setiap kejadian dalam hidup kita ini ada pelajarannya bagi orang-orang yang mau berpikir
ReplyDeleteNikmat sehat baru benar-benar kita rasakan saat tubuh kita didera sakit yaa, Mba. Olehnya itu, kesehatan harus kita jaga. Belum lama ini, kami sekeluarga juga terserang sakit
ReplyDeleteKetika sakit kadang hati sedih dan ingin mengeluh, padahal itu ujian dari Allah karena sayang sama kita ya!
ReplyDeleteIya banget, sakit itu banyak hikmahnya ya, mbak. Aku juga sering nih. Terutama dari sakit waktu kena kopid. Aku yang songong dan sombong karena udah merasa jaga diri dan keluarga dengan baik, ternyata bisa sakit juga. Dan tak cuma dari diri sendiri, sodara yang sakit pun, kita bisa dapet hikmahnya. Huhu sekarang pun aku sedang mengalami itu. :(
ReplyDeleteBener banget mba , saya dengan sakit lebih mengingat akan kematian dan Ingat sama Allah. Harusnya tidak boleh ya. Karena mengingat Tuhan itu harus kapan pun dan dimanapun
ReplyDeleteJadi ingat dengan ceramah salah satu ustad di kota tempat tinggal saya dulu. Kita baru benar-benar merasakan nikmatnya sehat ketika dikasih ujian Sakit. Ya, namanya sakit sudah pasti tidak enak tapi ada banyak hikmah yang bisa kita petik ketika sakit ya. Jadi sekali pun sakit tidak ada alasan untuk tidak bersyukur karena setidaknya dengan ujian sakit itu dosa2 kita digugurkan bahkan kita bisa lebih instropeksi atau muhasabah diri agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya
ReplyDelete